Berita – Umroh – Tragedi Membuat Pedagang Kelontong Batal Umroh dan Haji

RABU, 18 FEBRUARI 2015 | 10:32 WIB

TEMPO.CO, Palembang– Niat hati Dedi Junaidi, 45 tahun untuk beribadah umroh ketanah suci dipastikan tidak akan pernah terwujud. Demikian juga dengan istrinya Samiah hanya dapat bertabah hati mendapatkan ujian dari Sang Maha Pencipta. Pamit di hadapan keluarga dan para tetangga, kemarin, Dedi rencananya berangkat ke Palembang untuk selanjutnya terbang ke Mekkah untuk menunaikan ibadah umroh hari ini, Rabu 18 Februari 2015.

 

Kemalangan tak dapat diduga, niat suci Dedi terhalang oleh kecelakaan maut yang menimpa perahu cepat atau speedboat yang mereka tumpangi bersama istrinya Samiah. Pedagang kelontongan di desa Bumi Agung ini termasuk 1 dari 7 orang korban meninggal dalam peristiwa itu. Beruntung istrinya masih bisa diselamatkan dalam peristiwa itu. Namun niatnya untuk terbang ketanah suci hari ini dipastikan batal karena mengurus kepergian suaminya ke alam baka.

Ahmad, saudara kandung almarhum Dedi Junaidi mengatakan, Selasa, 17 Februari di pagi buta sekitar pukul 05.30, keduanya berangkat meninggalkan desanya untuk berangkat ke Palembang. Rencananya sesampai di Palembang mereka berdua akan bergabung dengan biro perjalanan yang mereka pilih untuk manasik umroh. Selanjutnya kata Ahmad, panutan keluarganya itu akan berangkat ke tanah suci. “Besok (hari ini) mereka berdua hendak berangkat Umroh ke tanah suci,” kata Ahmad ditemui Selasa, 17 Februari 2015.

Ahmad menuturkan niat Dedi berumroh sudah lama dia dengar dari saudaranya itu. Dedi pernah menyebutkan umroh sebagai pembalajaran baginya sebelum melaksanakan rukun Islam ke lima itu pada 2017 mendatang. Dedi dan istrinya sudah masuk dalam tunggu haji di kantor kemneterian agama setempat untuk berangkat dua tahun mendatang. “Istrinya karena suka mabuk jadi duduk dipinggir.”

Kecelakaan maut terjadi di perairan Pulau Rimau, tepat di depan PT CSL, Kabupaten Banyuasin. Akibat kecelakaan tunggal pukul 09.00 wib tersebut, setidaknya tujuh dari sekitar 27 penumpang speedboat Fahri Aziz, dinahkodai Holidi (39), warga 3 Ulu, Palembang meninggal dunia. Kepala Dinas perhubungan dan Kominfo Sumsel Nasrun Umar mengatakan pihaknya bersama pihak terkait sedang melakukan investigasi. Namun dari temuan awal dia memastikan perahu tersebut tidak memiliki persyaratan minimal untuk mengangkut penumpang. “Pelampung tidak memadai dan ada indikasi melebih kapasitas penumpang,” kata Nasrun.

PARLIZA HENDRAWAN

 

Sumber : http://www.tempo.co/read/news/2015/02/18/058643486/Tragedi-Membuat-Pedagang-Kelontong-Batal-Umroh-dan-Haji