Di tengah hiruk-pikuk kota Kairo modern, tersembunyi sebuah permata sejarah yang telah berdiri selama hampir empat belas abad. Masjid Amr ibn al-As bukan sekadar tempat ibadah, melainkan saksi bisu peradaban Islam di Mesir dan seluruh Afrika. Sebagai masjid pertama yang dibangun di benua Afrika, bangunan ini menandai dimulainya era baru dalam sejarah keagamaan dan arsitektur wilayah tersebut. Melalui berbagai renovasi dan perubahan, masjid ini tetap mempertahankan esensi spiritualnya, menawarkan pengalaman yang mendalam bagi para peziarah dan wisatawan yang ingin menyentuh jejak awal penyebaran Islam di bumi Afrika.

Latar Belakang Pendirian
Masjid Amr ibn al-As didirikan pada tahun 641-642 Masehi oleh panglima Muslim Arab, Amr ibn al-As, yang memimpin penaklukan Mesir dari kekaisaran Romawi Timur . Masjid ini dibangun sebagai pusat ibu kota Mesir yang baru didirikan, Fustat, yang kelak berkembang menjadi kota Kairo modern .
Legenda Lokasi Pendirian
Terdapat kisah simbolis di balik pemilihan lokasi masjid ini. Konon, sebelum berangkat menyerang Alexandria, Amr ibn al-As mendirikan kemahnya di lokasi tersebut. Seekor burung merpati kemudian membuat sarang dan bertelur di dalam kemahnya . Melihat ini, Amr menganggapnya sebagai pertanda baik dan memilih lokasi tersebut sebagai pusat kota Fustat (yang berarti “kota kemah”), dan membangun masjid tepat di tempat kemahnya berdulu .
Peran Penting dalam Sejarah
Selama 600 tahun, Masjid Amr ibn al-As berfungsi sebagai pusat pembelajaran Islam utama di Mesir sebelum akhirnya digantikan oleh Masjid Al-Azhar . Masjid ini bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga berfungsi sebagai mahkamah untuk menyelesaikan sengketa agama dan sipil, serta pusat pengajaran Al-Quran, hadis, dan ilmu hukum Islam .
Desain Awal yang Sederhana
Struktur asli masjid ini sangat sederhana, mencerminkan kesederhanaan arsitektur Islam awal:
- Ukuran: Awalnya berukuran 29 × 17 meter atau 25 × 15 meter menurut versi lain
- Material: Dibangun menggunakan batang pohon kurma sebagai penopang, pelepah dan daun kurma sebagai atap, serta dinding dari batu bata lumpur
- Lantai: Hanya berupa kerikil tanpa dekorasi mewah
- Penanda Kiblat: Awalnya tidak memiliki mihrab cekung; arah kiblat ditandai dengan empat tiang khusus pada dinding kiblat
Perkembangan dan Renovasi Besar
Masjid ini telah mengalami banyak renovasi dan perluasan sepanjang sejarahnya. Berikut garis waktu perkembangan pentingnya:

Kondisi Arsitektur Sekarang

Setelah berbagai renovasi, tidak ada yang tersisa dari struktur asli masjid ini . Bangunan yang sekarang ini memiliki:
- Dimensi: 120 × 112 meter, jauh lebih besar dari ukuran awal
- Menara: Empat menara (awalnya pernah memiliki lima)
- Desain Internal: Halaman terbuka (sahn) dikelilingi empat riwaq (serambi), dengan riwaq kiblah sebagai yang terbesar
- Material: 150 pilar marmer putih dengan balok kayu yang dipasang di atasnya
- Fitur Lain: Pembangunan berkubah di tengah halaman sebagai tempat wudu atau minum
Simbol Penyebaran Islam di Afrika
Sebagai masjid pertama di Mesir dan Afrika, Masjid Amr ibn al-As merupakan simbol awal penyebaran Islam di benua tersebut . Keberadaannya menandai dimulainya peradaban Islam di wilayah yang sebelumnya berada di bawah kekuasaan Romawi Timur .
Pusat Intelektual dan Pendidikan
Masjid ini diakui sebagai “universitas sejati pertama” tidak hanya di Mesir tetapi juga di seluruh dunia . Pada puncak kejayaannya, masjid ini dapat menampung sekitar 5.000 pelajar . Para pengajar awalnya terdiri dari para sahabat Nabi Muhammad yang ikut dalam penaklukan Mesir, termasuk Zubair bin Awam, al-Miqdad, dan Ubadah bin Shamat .
Fungsi Sosial dan Spiritual yang Berkelanjutan
Hingga kini, Masjid Amr ibn al-As tetap menjadi masjid aktif dengan jemaah yang rutin beribadah . Pada malam-malam penting seperti 27 Ramadan, masjid ini tidak dapat menampung semua jemaah yang datang, hingga shaf shalat membentang hampir 1 km di luar bangunan masjid .

Lokasi dan Akses
Masjid Amr ibn al-As terletak di kawasan Fustat, Kairo Lama (Old Cairo) . Lokasinya dekat dengan situs-situs bersejarah lainnya, termasuk kompleks gereja Koptik dan Sinagoge Ben Ezra . Koordinat tepatnya adalah 30°00’36″U 31°13’59″T .
Fakta Menarik dan Cerita Unik
Hubungan dengan Sahabat Nabi
Proses pembangunan masjid awal melibatkan sekitar 60 orang sahabat Rasulullah yang turut menentukan arah kiblat . Shalat Jumat pertama dilaksanakan pada 6 Muharram 21 H/17 Desember 642 M .
Kisah Keadilan Khalifah Umar
Terdapat cerita populer tentang seorang wanita Yahudi tua yang menolak menjual tanahnya untuk perluasan masjid. Amr ibn al-As awalnya memerintahkan pembongkaran paksa, tetapi Khalifah Umar di Madinah membela hak wanita tersebut dan memerintahkan Amr untuk menghentikan perluasan tersebut .
Penghargaan dan Gelar
Masjid ini dikenal dengan berbagai gelar kehormatan:
- Taj al-Jawame’ (Mahkota Masjid)
- Jame al-Ateeq (Masjid Tua)
- Masjid Ahl ar-Rayah (Masjid Pemegang Panji)
Cari layanan LA Umroh yang amanah ?
Temukan di MoslemTour.com, dengan pilihan paket dan harga yang kompetitif yang dapat di sesuaikan dengan kebutuhan grup anda, untuk informasi lebih lanjut tentang paket perjalanan dan Land Arrangement Haji & Umrah segera kunjungi webnya ya.
Cari tiket dan hotel dengan harga termurah ? temukan di mesin pencari tikethaji.com